TOP NEWS

Blog ini berisikan artikel, movie, Reality Show dan masih banyak lagi. Bagi kalian yang mebutuhkan bacaan ringan bisa menikmati isi blog ini.

Saturday, June 1, 2013

Efektivitas Pengajaran Berbasis Modul Dalam Pembelajaran Konvensional


      Dalam kegiatan belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan seperti yang diharapkan. Salah satu strategi belajar mengajar efektif dan efisien adalah melibatkan siswa secara aktif dan kreatif, dalam proses pembelajaran. Proses belajar mengajar efektif dan efisien dengan melibatkan langsung siswa dapat memotivasi siswa untuk belajar aktif dan kreatif yaitu dengan menggunakan pengajaran berbasis modul dalam setiap pelajaran berlangsung. Dengan demikian siswa akan menemukan konsep yang dipelajari.
     Pengajaran modul adalah pengajaran yang sebagian atau seluruhnya didasarkan atas modul. Pengajar yang mengutamakan metode konvensional, kemungkinan memanfaatkan juga modul dalam pengajarannya. Jadi, modul merupakan salah satu alternatif jawaban yang dianggap tepat oleh para ahli dalam menanggapi dan memecahkan masalah pendidikan dan pengajaran yang sangat kompleks dewasa ini. modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas sesuatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan  secara khusus dan jelas atau satu paket/program pengajaran yang terdiri dari satu unit konsep bahan pelajaran atau program belajar mengajar terkecil.
    Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2008), modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Modul disebut juga media untuk belajar mandiri karena di dalamnya telah dilengkapi petunjuk untuk belajar sendiri. Artinya, pembaca dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran pengajar secara langsung. Bahasa, pola dan sifat kelengkapan lainnya yang teradapat dalam modul diatur sehingga ia seolah-olah merupakan “bahasa pengajar” atau bahasa guru yang sedang memberikan pengajaran kepada siswa-siswanya. Maka dari itulah modul sering disebut bahan instruksional mandiri. Pengajar secara tidak langsung memberi pelajaran atau mengajarkan sesuatu kepada siswa-siswanya tanpa dengan tatap muka, tetapi cukup dengan modul-modul ini.
    Prinsip-prinsip pembelajaran modul diantaranya prinsip Fleksibilitas yaitu dapat disesuaikan dengan perbedaan siswa yang menyangkut dalam kecepatan belajar mereka, gaya belajar, dan bahan pelajaran, Prinsip Feedback yaitu memberikan balikan segera sehingga siswa dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahannya dengan segera, Prinsip Penguasaan Tuntas (mastery learning) yaitu siswa belajar secara tuntas dan mendapatkan kesempatan memperoleh nilai setinggi-tingginya  tanpa membandingkan dengan prestasi siswa lainnya, Prinsip Remedial yaitu siswa diberi kesempatan untuk segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ditemukan mereka berdasarkan evaluasi secara kontinue, Prinsip Motivasi dan kerja sama yaitu pengajaran modul dapat membimbing siswa secara teratur dengan langkah-langkah tertentu dan dapat pula menimbulkan motivasi yang kuat untuk belajar giat, Prinsip Pengayaan yaitu siswa dapat menyelesaikan dengan cara belajarnya dan mendapat kesempatan untuk mendengarkan ceramah dari guru atau tambahan sebagai pengayaan.
      Beberapa keunggulan pembelajaran dengan sistem modul antara lain:
1.      Berfokus pada kemampuan individul peserta didik, karena pada hakikatnya mereka memiliki kemampuan untuk bekerja sendiri dan lebih bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya.
2.   Adanya kontrol terhadap hasil belajar melalui penggunaan standar kompetensi dalam setiap modul yang harus dicapai oleh peserta didik.
3.  Relevansi kurikulum ditunjukkan dengan adanya tujuan dan cara penyampaiannya, sehingga peserta didik dapat mengetahui keterkaitan antara pembelajaran dan hasil yang akan diperolehnya.
      Adapun disamping memiliki keunggulan, modul juga memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1.      Penyusunan modul yang baik membutuhkan keahlian tertentu. Sukses atau gagalnya suatu modul bergantung pada penyusunannya.
2.     Sulit menentukan proses penjadwalan dan kelulusan, serta membutuhkan manajemen pendidikan yang sangat berbeda dari pembelajaran konvensional, karena setiap peserta didik menyelesaikan modul dalam waktu yang berbeda-beda, bergantung pada kecepatan dan kemampuan masing-masing.
3.      Dukungan pembelajaran berupa sumber belajar, pada umumnya cukup mahal, karena setiap peserta didik harus mencarinya sendiri.
      Penggunaan modul dalam pembelajaran konvensional sangat efektif dan efisien. Karena modul sabagai alat dan bahan untuk membekali  siswa dalam melakukan pembelajaran konvensional. Dimana siswanya pembelajaran tersebut waktu yang digunakan oleh siswa sangat efektif. Ini didasarkan oleh kecepatan masing-masing siswa dalam memahami sehingga siswa bisa mengenal kelebihan dan kekurangan  sekaligus memperbaiki kekurangannya sendiri.

0 comments: